Pertemuan kali keempat, kelompok pemberdayaan Padepokan Musa Asy’arie, diisi dengan membuat tahu bakso. Bertempat di rumah ibu Eny, dengan pertimbangan dapur Ibu Eny lebih luas , selain itu “ Di Rumah bu Eny saja, supaya nanti kalau kekurangan apa-apa tinggal ambil” Usul ibu Tin, sebelum pertemuan.
Jadilah, Sabtu itu, 30 mei 2009, anggota pemberdayaan membuat tahu bakso, tepat pukul 16:00 WIB. Ibu Tin didaulat menjadi chef-nya. Maklum, dialah yang paling ahli memasak dibandingkan yang lainnya.
Dengan Lihai, Ibu Eny membuat adonan isi Tahu. Adonan itu berisi daging yang digiling, Ibu Eny yang menggilingnya. kemudian ibu Tin memasukkan kanji dan menghaluskan bumbu, yaitu bawang putih dan merica. Diaduk rata, dan ditambahkan telor. Usai membuat adonan, Ibu Mujirah membantu memasukkan adonan ke dalam Tahu dan menggorengnya.
Ibu Tuminah dan Ibu Mulyani adalah tetangga yang paling dekat dengan ibu Tin, hanya berjarak sekira tiga rumah. Meski begitu, sangat sedikit intensitas mereka membicarakan permasalahan pekerjaan. Maklum, setiap hari mereka sibuk dengan pekerjaan sendiri-sendiri, sehingga interaksi antar mereka, sangat jarang terjadi. Padahal, IBu Tin, salah satu anggota pemberdayaan, adalah pedagang Batagor, yang pernah juga berjualan tahu bakso.
Seluruh anggota PADMA pemberdayaan datang dalam acara itu, ada ibu Mulyani, Ibu Tuminah, Ibu Mujirah, Pak Sumitro, dan Ibu Eny. Mereka begitu antusias dibuktikan dengan membantu ibu Tin memasak sambil sesekali bertanya.
Usai memasak, Ibu Tin pun menjelaskan tentang proses cara membuat tahu bakso yang enak dan sehat. Ibu-ibu yang lain antusias mendengarkan. Sambil mencicipi, ibu Tuminah berkata, “ Mpak nyuss” meniru gaya Bondan, sang kuliner di Trans TV. Setelah itu Pak Sumitro, bertanya, “ Kalau misalnya, dagingnya dikurangi bisa?”
“ Tentu saja, bisa saja, tergantung selera kantong, hehe.” Jawab bu Tin, dengan sedikit bercanda.
Usai Tanya Jawab, Ibu Eny, mengatakan “Wah nanti, kalau saya dapat jatah arisan, saya akan membuat tahu bakso, ternyata membuatnya mudah dan cepat”. Kemudian IBu Mulyani, yang saat itu sedang menggendong anaknya, sambil tersenyum dan dengan optimis menambahkan, “Wah, kalau begitu, saya akan membuat tahu bakso ini, untuk jajan anak-anak, biar tidak sering jajan di luar, khan lumayan biar ngirit.”(Padma-30 Mei 2009)